Penyuluhan Komunitas Pasar Taman Telihan Kota Bontang

Berbagai produk pangan, baik pangan segar maupun pangan olahan dengan mudah kita jumpai di pasar tradisional. Kurangnya pengendalian dan pengawasan yang dilakukan menyebabkan masih banyaknya temuan pangan yang mengandung bahan berbahaya seperti Boraks, Formalin, Kuning Metanil (Methanil Yellow) dan Rhodamin B di pasar tradisional. Keberadaan pangan yang mengandung bahan berbahaya tersebut tentunya sangat tidak diinginkan karena dapat mengganggu kesehatan konsumen.

Dalam rangka meningkatkan kepedulian dan pengetahuan pedagang pasar tentang keamanan pangan secara umum dan di pasar secara khusus, perlu dilakukan penyuluhan kepada pedagang pasar agar mereka dapat menjual produk pangan atau bahan tambahan pangan yang aman dari bahan berbahaya. Oleh karena itu Balai Besar Besar POM di Samarinda menyelenggarakan acara Penyuluhan Kepada Komunitas Pasar Taman Telihan di Kota Bontang, dalam Rangka Program Pasar Aman Bebas dari Bahan Berbahaya. Acara ini diselenggarakan pada hari Selasa, 15 Oktober 2019 bertempat di Rumah Makan Bontang Kuring. Acara dibuka oleh Bapak Doddy Rosdian, ST, MM, selaku Kepala Seksi Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri. Dengan Narasumber Ibu Genta Nila Hadi, S.Si., Apt., MM menyampaika materi tentang Pengetahuan Bahan Pangan, Ibu Vidyabsari, SKM menyampaikan materi tentang “Hygine dan Sanitasi”, Bapak Abdul Malik Rifai, SE menyampaikan materi “ SNI Pasar Rakyat dalam rangka Program Perbaikan dan Pengelolaan Pasar ”, dan Ibu Christine Natalia Panjaitan, S.Si, Apt menyampaikan materi tentang Cara Ritel Pangan Yang Baik.

Peserta kegiatan penyuluhan ini adalah komunitas pedagang yang ada di Pasar Taman Telihan Kota Bontang sebanyak 60 orang dan 5 orang dari perwakilan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perdagangan Kota Bontang . Setelah penyuluhan ini diharapkan pedagang pasar Pasar Taman Telihan akan meningkat pengetahuannya tentang keamanan pangan dan sekaligus akan berdampak pula terhadap Pasar Taman Telihan yang bebas dari bahan berbahaya.

Bagikan info ini ke :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat